Cara Pemberian Obat Apotek Yang Tepat Pada Anak Bayi - Cara Sehati

Breaking

Recent Tube

Senin, 12 Maret 2018

Cara Pemberian Obat Apotek Yang Tepat Pada Anak Bayi

Sebagai orang tua, anda harus betul betul berhati hati dalam memilih obat yang akan anda berikan kepada buah hati anda yang masih di bawah 6 bulan. Dosis atau takaran yang diberikan serta cara cara yang dilaksanakan harus sesuai dengan kondisi buah hati. Berikut ini beberapa cara bagaimana pemberian obat apotek yang tepat untuk anak bayi.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pemberian Obat Farmasi untuk Anak Bayi

1. Diagnosa Untuk Penentuan Obat Yang Diberikan

Obat yang diberikan harus sesuai dengan diagnosa secara fisik maupun diagnosa hasil laboratorium. Obat juga disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi. Untuk mengetahui aturan penggunaan obat melalui berat badan dan usia, seringlah bertanya kepada Bidan posyandu terdekat.

2. Jenis Obat Yang Boleh dan Tidak Diberikan Kembali

Pada situasi dimana anak anda terserang penyakit yang sama, tidak diperbolehkan untuk memberikan jenis obat seperti antibiotik dan racikan berupa sirup dan puyer. Obat sirup yang boleh diberikan kembali adalah obat batuk pilek dan penurun panas.

Sedangkan obat puyer yang masih diperbolehkan untuk diberikan kepada anak bayi yaitu obat kejang dan obat emergency lainnya, selama keadaan obat masih baik (tidak berubah warna dan tekstur) serta berat badan bayi tidak jauh dari berat ketika obat diberikan.

3. Jarak Pemberian Ulang Obat Penurun Panas

Pemberian obat penurun panas ulang setelah pemberian pertama sebaiknya berjarak antara 4-6 jam. Apabila dalam jangka waktu tersebut panas tidak kunjung turun, Anda dapat melakukan pertolongan pertama seperti memberikan asupan makanan (ASI atau air hangat) dan mengompres dengan air hangat.

4. Pemberian Obat Melalui Mulut atau Anus

Efektivitas pemberian obat melalui mulut dan anus dapat dilihat dari jenis penyakit yang diderita. Apabila anak Anda menderita diare, sebaiknya pemberian obat dilakukan melalui mulut. Sebaliknya apabila anak Anda muntah, pemberian obat dilakukan melalui anus.

5. Aturan Pakai Obat Antibiotik

Pemberian antibiotik pada anak bayi harus sesuai dengan aturan yang diberikan. Anda tidak diperbolehkan untuk menghentikan pemberian obat atau mengganti aturan minumnya.

Baca Juga : Obat Tradisional Yang Digunakan Untuk Perawatan Bayi Yang Terkena Ruam

Hal ini dikarenakan obat antibiotik memiliki masa kerja tertentu dimana jika anda melanggar aturan pemberian obat dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan kuman terhadap obat antibiotik.

6. Sirup Sebagai Campuran Obat

Anda dapat mencampurkan obat puyer ke dalam sirup, namun harus diperhatikan aturan obat yang diberikan sebelum dan sesudah makan, anda tidak diperbolehkan untuk mencampur dua obat tersebut.

7. Madu Sebagai Campuran Obat

Campuran obat dengan madu dapat mempermudah pemberian obat kepada anak, namun kebanyakan madu yang beredar bukanlah madu asli dimana kadar gulanya tinggi.

Baca Juga : Jenis Makanan Sehat Yang Justru Berbahaya Jika Diberikan Kepada Bayi

Kadar gula ini dapat menimbulkan masalah baru seperti batuk. Apabila anda ingin mengurangi rasa pahit dari obat, anda dapat meminta penetralisir dari apotek.

8. Pemberian Obat Dengan Susu

Beberapa obat dapat diberikan setelah anda memberinya susu, seperti Lactobacillus yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak. Obat ini juga dapat diberikan dengan mencampurnya dengan susu dengan syarat anak harus menghabiskan semua susu. Namun ada beberapa obat yang larut dalam susu, maka pemberiannya harus dilakukan secara terpisah

9. Mengalihkan Perhatian Si Bayi

Tidak berbeda dengan memberi obat farmasi pada balita atau anak-anak. Bayi biasanya menyukai nyanyian, bernyanyilah untuk mengalihkan perhatian bayi Anda ketika memberikan obat. Gunakan nada santai dan lembut ketika memberikan obat.

Atur posisi bayi menjadi setengah duduk, jangan menelentangkan bayi karena dikhawatirkan obat akan masuk ke dalam paru-paru. Gunakan pipet apabila diperlukan, lakukan dengan hati-hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk, komen dengan bijak dan cerdas