Pentingnya Peran Ayah Terhadap Perkembangan Anak dan Kesehatan Ibu - Cara Sehati

Breaking

Recent Tube

Senin, 12 Maret 2018

Pentingnya Peran Ayah Terhadap Perkembangan Anak dan Kesehatan Ibu

Anak yang memiliki tumbuh kembang yang baik merupakan dambaan setiap orang tua. Ternyata tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dan hubungan dengan ayah dan ibunya.

Namun pembahasan mengenai peran ayah dalam tumbuh kembang anak sangat jarang dibahas padahal juga memberikan pengaruh penting. Interaksi antara ayah dan anak akan membantu kesuksesan anak di masa yang akan datang.

Pentingnya Peran Ayah Terhadap Anak

Kecerdasan anak, perkembangan dan pertumbuhan, serta pemahaman akan dunia luar, tak sedikit dipengaruhi oleh adanya peran seorang ayah. Bahkan terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan yang erat di antara keduanya yang terjadi sejak masa kecil membuat anak lebih tahan terhadap stres.
peran ayah dalam perkembangan anak

Namun dengan catatan, interaksi terjadi dalam bentuk ikatan yang positif. Terdapat beberapa hal dalam memahami peran ayah terhadap anak.

1. Peran Ayah Dimulai Sejak Dini

Di masa kehamilan, penting bagi ayah untuk mengajak bayi di dalam kandungan untuk berinteraksi. Hal ini karena pada usia kehamilan tertentu janin bayi mampu mengenali bahasa yang akan meningkatkan fungsi otaknya. Ketika bayi lahir hingga umur tiga tahun, perhatian ayah berperan dalam perkembangan emosional sang anak sehingga menjadi lebih stabil.

Ketika anak berumur tiga tahun, hubungan di antara anak dan ayah menjadi semakin erat. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap IQ yang dimiliki sang anak dengan kemampuan memecahkan masalah lebih baik daripada anak yang kurang mendapat perhatian ayah.

2. Efek yang Berbeda antara Anak Perempuan dan Anak Laki-laki

Menurut penelitian yang dilakukan di Oxford University, anak laki-laki akan terhindar dari perilaku negatif jika ayah berperan dengan baik di masa kecilnya. Anak laki-laki cenderung memandang ayah adalah sosok pahlawan dan panutan. Sehingga secara tidak langsung anak mencontoh dan ingin menjadi sehebat ayahnya.

Sedangkan terhadap anak perempuan, menurut sebuah penelitian dari Vanderbilt University, interaksi positif antara ayah dengan anak dapat mencegah anak mengalami pubertas dini. Jika seorang anak perempuan kurang mendapat perhatian dan jarang berinteraksi dengan ayah maka akan lebih besar resiko terganggu mentalnya.

3. Selalu Menyediakan Waktu yang Berkualitas

Banyak hal yang ternyata bisa dilakukan untuk membangun ikatan yang erat dan interaksi yang positif melalui waktu-waktu bersama yang berkualitas. Hal ini sangat bergantung pada kesediaan ayah dan bantuan dari ibu. Membacakan dongeng pengantar tidur adalah salah satunya, sambil memberikan nasihat-nasihat baik di akhir cerita.

Sesibuk apapun ayah terhadap pekerjaannya, akan lebih menyenangkan jika masih bisa meluangkan waktunya demi bersama dengan anak. Ayah bisa memilih akhir pekan untuk bermain dan melakukan hobi anak. Hal ini dapat memberikan efek positif khususnya pada daya tahan anak terhadap stres.

Jangan Sampai Anak Merasa Takut Dengan Ayah

Oleh karena itu, seorang ayah harus berusaha menjadi pendengar yang baik dan teman yang asyik. Tidak ada ruginya ikut bermain dengan anak hingga masuk ke dalam hobi sang anak. Setiap hal yang dilakukan anak tentu harus mendapatkan perhatian, pengawasan, dan apresiasi positif dari ayah karena sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Saling berbagi cerita dan isi hati biasanya dilakukan oleh seorang ibu kepada anak. Namun, ayah pun ternyata diharuskan melakukan ini. Tujuannya agar ayah lebih dekat dengan anak secara emosi. Dengan begitu anak lebih mudah mendengarkan nasihat ayah untuk kebaikannya di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk, komen dengan bijak dan cerdas