Iklan Billboard 970x250

Binge-Watching, Tak Selamanya Buruk untuk Kesehatan

Iklan 728x90

Binge-Watching, Tak Selamanya Buruk untuk Kesehatan

Layanan media streaming digital semakin banyak, sampai-sampai lahirlah konsep binge-watching. Binge-watching ialah sebuah perilaku yang menciptakan seseorang menyaksikan tayang tertentu secara terus-menerus alias nonton “maraton”.

Tayangan yang disaksikan biasanya ialah serial atau bentuk acara yang episodik. Tak lumayan cuma satu episode, seringkali penggila tontonan televisi ini bakal memilih tombol “next” (atau hanya butuh sejumlah detik guna membiarkannya otomatis melanjutkan ke episode selanjutnya), sampai-sampai tak disadari telah lima episode disaksikan dalam satu waktu! Kebiasaan ini diketahui dominan  buruk karena sejumlah hal, laksana melewatkan masa-masa makan, begadang, atau tidak bersosialisasi.

Penelitian mengindikasikan bahwa kelaziman binge-watching menciptakan masyarakat ingin mengalami interaksi parasosial. Interaksi ini terjalin antara pribadi dengan artis, figur media, atau karakter tertentu, dan terjadi laksana interaksi sosial secara langsung. Dari situ, terbentuklah hubungan satu arah. Apalagi dengan adanya kombinasi karakter, jalan cerita, pembawa acara, musik, humor, dan lain-lain yang cocok dengan preferensi, Anda juga pasti hendak menontonnya lagi-lagi.

Kenyataannya, tidak sedikit pribadi yang mengorbankan waktunya guna binge-watching—bahkan hingga mengorbankan waktu istirahat dan kehidupan sosialnya—karena dirasakan sebagai me-time atau dapat melepas stres.

Bukti bahwa binge-watching tak selamanya buruk guna kesehatan
Menghabiskan masa-masa di depan televisi (atau bila zaman kini terlalu lama streaming video) memang diketahui tidak baik. Mulai dari memperhatikan pasangan, santap jadi tak teratur, kecenderungan ngemil tak sehat, tidak cukup tidur dampak menonton hingga larut, dan lain-lain. Terdengar tak terdapat sisi positifnya sama sekali, ya? Padahal, binge-watching tak selamanya buruk, lho. Kebiasaan ini nyatanya bisa bermanfaat untuk mendinginkan diri.

Sebagai contoh, ada riset media terhadap semua penyintas kanker payudara. Temuannya merupakan, bahwa menyaksikan televisi dapat mengalihkan kekhawatiran dari situasi kesehatannya, meminimalisir atau menghindari komunikasi dengan orang beda yang mungkin dapat membawa akibat negatif, atau membawa penyintas ke “tempat lain” dimana mereka tak butuh berurusan dengan stresor tersebut.

Banyak orang yang mengandalkan televisi atau tayangan tertentu untuk sekian banyak  macam keperluan psikis, di antaranya: pemantauan (update tentang apa saja yang terjadi di lingkungan sekitar), koneksi sosial, dan pengalihan.

Karena menjamurnya layanan streaming digital, binge-watching dapat dianggap sebagai sebuah keperluan dasar sekaligus kebiasaan pop—“jendela” dari sekian banyak  tayangan yang sedang trending di luar sana supaya tak merasa tertinggal. Apalagi andai teman-teman di dekat juga tengah menggandrungi tayangan yang sama, dapat jadi tiap episode bakal menjadi bahan diskusi seru.

Agar binge-watching tidak memberi pengaruh buruk untuk kesehatan (fisik maupun mental), usahakanlah terapkan kelaziman ini ketika binge-watching, lagipula jika dilaksanakan berjam-jam.

Kalau seraya ngemil, pilih camilan yang sehat
Saat menyaksikan selama tiga episode sekaligus misalnya, tentu dapat timbul rasa lapar dan haus. Daripada menguras sebungkus besar keripik atau sekotak martabak manis keju, lebih baik pilih kacang-kacangan atau potongan buah. Selalu sediakan air putih di sekitar Anda supaya tak dehidrasi.

Jangan telalu sering menyangga kencing
Kalau tayangan sedang seru-serunya, jangankan buang air kecil, angin badai juga tak kita hiraukan. Jika timbul hasrat hendak ke toilet, hentikan sejenak dan tidak boleh menunda-menunda guna buang air kecil. Jika ini tidak jarang dilakukan, terdapat ancaman infeksi drainase kemih.

Batasi durasi nonton
Batasi berapa episode yang disaksikan, contohnya maksimal tiga episode dalam sekali duduk, sampai-sampai hal-hal yang seharusnya Anda kerjakan jadi terbengkalai, atau tak mengorbankan waktu istirahat Anda.

Interaksi sosial tetap dibutuhkan
Terlalu “tenggelam” dalam binge-watching memang bisa buat orang malas ke luar rumah. Sisihkan waktu guna berkumpul bareng pasangan, anak, keluarga, serta teman-teman. Jika kebetulan teman-teman Anda pun menyenangi tayangan yang sedang kita nikmati, ajak mereka guna nonton bersama supaya kian seru!

Jadi, binge-watching tak selamanya buruk, karena dapat menjadi pelepas stres yang baik. Namun, tidak boleh sampai kebablasan berjam-jam duduk diam anteng di depan televisi atau laptop, tidak cukup tidur, dan menciptakan diri terisolasi. Lakukan tips yang dilafalkan di atas supaya binge-watching yang kita gemari tak dominan  buruk untuk kesehatan jasmani dan mental Anda.

sumber
SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post