Diet Yoyo, Ini Risikonya bagi Kesehatan

Menjalani diet memang tak mudah. Anda barangkali pernah sukses menurunkan berat badan, lalu sebab kembali ke pola santap sebelumnya, berat badan naik lagi dalam hitungan minggu. Lalu Anda juga balik ke pola hidup serba sehat supaya timbangan tidak menjulang. Kondisi ini dinamakan dengan diet yoyo atau “weight cycling”.

Sekilas, diet yoyo terlihat tidak membahayakan. Padahal andai sering dilakukan, diet yoyo bakal memberikan akibat yang tidak baik untuk tubuh. Berikut ini masalah kesehatan yang bisa terjadi bila berat badan naik-turun secara tak konsisten:

Hilangnya massa otot
Selama diet, tubuh bakal kehilangan massa otot dan lemak tubuh. Karena lemak gampang didapat pulang ketimbang otot sesudah diet, urusan ini dapat mengakibatkan Anda kehilangan lebih tidak sedikit otot seiring berjalannya waktu.

Efek itu dapat diminimalkan dengan berolahraga, seperti mengerjakan strength training (angkat beban). Berolahraga dapat membina otot, bahkan saat Anda sedang dalam program penurunan berat badan.

Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah
Penyakit jantung dan pembuluh darah disinggung menjadi salah satu akibat negatif dari diet yoyo, walau sampai kini belum diketahui mekanismenya secara pasti. Berdasarkan riset pada tahun 2000 di Italia dilafalkan bahwa risiko terpapar hipertensi – hal risiko penyakit jantung – pun bersangkutan dengan diet yoyo.

Risiko diabetes
Diet yoyo dihubungkan dengan risiko terpapar diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Meski begitu, tidak seluruh studi memperlihatkan hal tersebut.

Sebuah riset yang dilaksanakan pada 15 orang dewasa mengindikasikan bahwa saat partisipan mengalami eskalasi berat badan sesudah 28 hari penurunan berat badan, mayoritas lemak tersebut tersimpan di perut. Lemak perut lebih ingin menyebabkan diabetes daripada lemak yang tersimpan di tempat lain, laksana lengan, kaki, atau pinggul.

Masalah psikologi
Diet dirasakan gagal andai berat badan yang diharapkan tidak terjangkau atau tidak stabil. Tentunya urusan ini bakal semakin menciptakan Anda frustrasi. Pada sejumlah keadaan, diet yang mengindikasikan hasil tidak maksimal menciptakan seseorang merasa tidak puas dengan hidup yang dijalani.

Di samping itu, diet yoyo dapat mengakibatkan seseorang merasakan binge eating. Binge eating adalahpenyimpangan perilaku makan saat seseorang santap dalam porsi besar dan tidak bisa berhenti. Apabila situasi ini berlanjut, obesitas dapat gampang terjadi.

Diet yoyo memang tidak disarankan, karena seringkali penurunan berat badan dilaksanakan secara instan. Untuk menemukan berat badan yang ideal, lakukanlah pola santap yang baik. Diet yang sehat dan sebanding dapat menambah kesehatan tubuh, meminimalisir risiko diabetes mellitus maupun penyakit jantung, membetulkan kualitas tidur, serta berbenah mood Anda.

Jadi, usahakanlah mengganti pola pikir mengenai diet. Diet yang sehat tidak dapat dilaksanakan dengan teknik instan, perlu proses dan kesabaran guna mendapatkan berat badan yang diinginkan. Olahraga dan menata pola santap adalahkunci berhasil mempunyai berat badan ideal. Agar tak terus-menerus mengerjakan diet yoyo, bila butuh Anda dapat berkonsultasi untuk dokter gizi untuk menciptakan perencanaan asupan gizi dan pola makan.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk, komen dengan bijak dan cerdas