Fakta Kerokan yang Jarang Orang Tahu! Nomor 3 Sering Dilakukan, Ternyata Bahaya!

Kerokan telah dipraktikkan masyarakat Indonesia turun-temurun. Biasanya bila badan telah merasa gak enak, sesudah dikerok bakal terasa lebih baik.

Dilansir dari hipwee.com (25/04/17), ada sejumlah fakta unik tentang kerokan. Yuk disimak.

1. Kerokan diandalkan  ampuh guna hilangkan masuk angin. Benarkah terdapat ‘angin’?

Berdasarkan keterangan dari Dr. Fransiscus Alvionita, seorang praktisi kesehatan, istilah ‘masuk angin’ sebetulnya tidak terdapat di dunia medis. Istilah yang sekitar ini diandalkan  masyarakat, merujuk pada situasi badan yang sedang tidak fit sampai-sampai menimbulkan fenomena seperti yang sekitar ini masyarakat percaya ‘masuk angin’.

Nah situasi ‘masuk angin’ ini seringkali terjadi dampak udara dingin. Seperti di ruangan ber-AC terlampau lama, tidak jarang kena angin malam, dan lain-lain. Akibatnya, pembuluh merasakan penyempitan sampai-sampai suplai oksigen berkurang, lantas jadilah ‘masuk angin’.

2. Warna merah pada kulit bukan sebab ‘angin’ tapi sebab inflamasi.

Selama ini diandalkan  bahwa dampak adanya angin maka ketika dikerok timbul warna merah. Padahal tidak demikian.

Ketika dikerok, pembuluh kapiler yang awalnya kosong sebab penyempitan (akibat dingin) lantas terisi darah sampai-sampai timbul warna merah (terjadi inflamasi/peradangan). Dan aliran darah ini terjadi sesudah suhu panas dampak gesekan antara kulit dengan logam ketika dikerok menciptakan sirkulasi darah membaik.

3. Mengerok unsur leher berbahaya.

Di samping punggung, leher tidak jarang pula dikerok. Hanya saja, praktik ini usahakan dihindari. Berdasarkan keterangan dari dr. Stephanie Dewi, Sp.PD dari Klinik Citra 2, mengerok di unsur leher dapat berbahaya.

Pada leher terdapat sekian banyak  urat saraf yang terhubung ke kepala. Jika rusak dampak kerokan dapat berpotensi memunculkan stroke. Di samping itu, mengerok di lokasi leher bisa melemahkan atau mempersempit aliran darah mengarah ke jantung.

Jadi, bila hendak mengerok, maka kerjakan di lokasi punggung saja. Jangan hingga ke leher.

Itulah sejumlah fakta kerokan. Sobat tergolong suka dikerok atau lebih memilih minum obat dokter aja?

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk, komen dengan bijak dan cerdas