Iklan Billboard 970x250

12 Cara Mengobati Ruam Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Iklan 728x90

12 Cara Mengobati Ruam Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Pernahkan Anda merasakan gatal-gatal pada kulit? Ruam kulit dapat diakibatkan oleh pelbagai kondisi. Mulai dari infeksi jamur, eksim, sampai ketombe.

Oleh karena itu, penanganannya pun bermacam-macam dan tergantung dari penyebabnya. Berikut 12 teknik mengobati ruam kulit menurut penyebabnya:

1. Pityriasis rosea
Penyakit kulit ini memunculkan ruam kemerahan yang agak menonjol dan dapat disertai rasa gatal. Ruam pityriasis rosea lazimnya akan hilang sendiri dalam masa-masa dua minggu. Tapi ada pun orang yang mengalaminya sampai delapan minggu.

Bila gatal dampak ruam pityriasis rosea tidak tertahankan, kita usahakan berkonsultasi ke dokter. Dokter dapat meresepkan pelembab, krim steroid atau antihistamin untuk menanggulangi kemerahan dan rasa gatal tersebut.

2. Kurap
Penyakit ini diakibatkan oleh infeksi jamur yang menyebar melewati kontak tubuh secara langsung. Misalnya, dampak saling meminjam handuk, pakaian, kaus kaki, maupun dan sepatu.

Secara umum, kurap ditandai dengan timbulnya bercak-bercak bulat dan kemerahan laksana cincin. Penderita pun akan menikmati gatal tidak tertahankan pada bercak tersebut.

Bila kita positif didiagnosis mengidap kurap, dokter akan menyerahkan obat oles antijamur. Di samping itu, obat antijamur dalam format oral (diminum) pun mungkin diresepkan.

3. Rosacea
Ruam kulit ini mengakibatkan kulit kemerahan pada wajah. Terkadang, bentol-bentol yang serupa jerawat, iritasi pada mata juga dapat menjadi pertandanya.

Pada umumnya, rosacea bukanlah situasi kulit yang berbahaya. Namun kita usahakan menghindari penyampaian sinar matahari, udara yang dingin dan berangin, maupun olahraga terlampau berat andai mengidap penyakit ini. Pasalnya, hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu serangan penyakit kulit ini.

Karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti, teknik mengobati ruam kulit dampak rosacea pun bervariasi. Dokter dapat meresepkan obat oles atau antibiotik oral guna menanganinya. Sementara warna kemerahan dampak rosacea dapat pula ditangani dengan terapi sinar laser.

4. Eksim atopik
Eksim atopik mengakibatkan kulit menjadi kering dan gatal, dengan bercak kemerahan dan permukaan bersisik. Penyakit kulit yang dikenal pun dengan istilah dermatitis atopik ini lazimnya adalahpenyakit keturunan yang bersangkutan dengan dengan alergi dan kerap sehubungan dengan rinitis alergi (hay fever) dan asma.

Dokter lazimnya akan meresepkan obat oles kortikosteroid dan menganjurkan Anda untuk memakai pelembap kulit sebagai teknik mengobati ruam kulit ini. Sementara guna pencegahan, menghindari hal-hal yang dapat menjadi pemicunya usahakan dilakukan.

5. Dermatitis kontak
Ruam kulit ini terjadi andai kulit bersentuhan langsung dengan sesuatu yang mengiritasi kulit. Akibatnya, kulit bakal terasa gatal dan hadir bercak-bercak kemerahan.

Dermatitis kontak bisa diobati dengan mencuci bagian kulit yang merasakan iritasi. Dokter juga dapat memberikan losion penghilang gatal dan obat kortikosteroid.

6. Impetigo
Impetigo diakibatkan oleh bakteri. Gejala yang hadir tergantung pada jenis bakteri yang merangsang infeksi. Gatal-gatal, kulit melepuh, atau timbulnya koreng dapat menjadi beberapa dari gejalanya.

Penyakit ini termasuk gampang menular. Kulit yang telah merasakan iritasi atau peradangan lebih rentan terpapar infeksi bakteri penyebab impetigo. Misalnya, kulit yang merasakan eksim atau bekas gigitan serangga.

Mengingat penyebabnya ialah infeksi bakteri, teknik mengobati ruam kulit ini ialah dengan menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Antibiotik dapat diberikan dalam format krim atau losion, maupun obat oral guna menangani impetigo yang lebih parah.

7. Ketombe
Dalam dunia medis, ketombe dikenal dengan istilah seborrhea. Kondisi ini akan menciptakan kulit kepala mengelupas dan tampak berminyak. Di samping pada kulit kepala, seborrhea juga dapat muncul di wajah maupun selama alat kelamin.

Seborrhea terjadi dampak adanya reaksi alergi terhadap jamur yang terdapat di kulit. Oleh karena itu, gangguan kulit ini lazimnya diobati dengan krim antijamur atau kortikosteroid oles. Sementara ketombe pada kulit kepala dapat ditanggulangi dengan pemakaian sampo yang berisi asam salisilat.

8. Actinic keratosis
Lesi-lesi actinic keratosis berwarna putih dan menciptakan kulit terlihat terlihat bersisik. Umumnya, situasi ini hadir pada unsur yang tidak jarang terpapar sinar matahari. Mulai dari wajah, tangan, sampai lengan.

Cara mengobati lesi dampak actinic keratosis ialah dengan memakai obat oles, formalitas cryotherapy (pembekuan dengan nitrogen cair), atau kauterisasi (pembakaran jaringan). Cara mana yang sesuai untuk Anda mesti ditentukan oleh dokter.

9. Tinea cruris
Tinea cruris atau jock itch ialah bentuk beda dari kurap. Berdasarkan namanya, tinea cruris menyerang selangkangan dan mengakibatkan gatal tidak tertahankan dan bercak khas kurap yang berbentuk bulat berbatas tegas dan unsur tengah yang ingin menyembuh (central clearing).

Sama laksana kurap pada umumnya, tinea cruris bisa ditangani dengan krim antijamur. Mengenakan pakaian dan celana yang longgar juga dapat membantu dalam menyembuhkan gangguan kulit ini.

10. Panu (Tinea versicolor)
Panu ialah penyakit kulit yang diakibatkan oleh infeksi jamur Malassezia yang hidup di kulit. Berbeda dengan anggapan awam, penyakit kulit ini tidak menular sebab jamur Malassezia tersebut sendiri telah ada di kulit manusia.

Bintik-bintik gatal dampak panu akan menciptakan warna kulit menjadi tidak rata. Maka dari itu, panu dikenal pun dengan istilah tinea versicolor dalam dunia kedokteran.

Karena penyebabnya ialah jamur, teknik mengobati ruam kulit dampak panu ialah dengan krim dan sampo antijamur. Jika perlu, dokter juga dapat meresepkan obat antijamur yang diminum.

11. Pityriasis rubra pilaris
Ruam dampak pityriasis rubra pilaris berwarna oranye kemerah-merahan dan umumnya hadir pada dada, telapak tangan dan kaki. Peradangan dan pengelupasan kulit juga dapat terjadi.

Penyakit dengan karena tidak jelas ini mempunyai pengobatan yang bervariasi. Mulai dari retinoid oral (seperti isotretinoin), obat sejenis methotrexate yang akan mengurangi sistem imun, sampai obat oles.

12. Selulitis
Penyakit yang timbul dampak infeksi bakteri pada kulit dan jaringan empuk ini patut diwaspadai dan diobati supaya tidak merangsang komplikasi. Salah satu format komplikasinya ialah bakteri masuk ke dalam aliran darah.

Kulit yang bengkak, nyeri, berwarna merah, dan hangat saat disentuh adalahindikasi dari selulitis. Dokter seringkali akan menyerahkan obat antibiotik untuk menanggulangi infeksi kulit ini.

Ruam kulit barangkali kerap terlihat sepele. Namun penyebabnya mesti diketahui dengan saksama supaya cara mengobati ruam kulit dapat dilakukan dengan tepat. Jangan menunggu sampai penyakit kulit kita berkepanjangan dan mengganggu kenyamanan Anda.

sumber
SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post