Iklan Billboard 970x250

Bagaimana Cara Jalan Kaki untuk Turunkan Berat Badan?

Iklan 728x90

Bagaimana Cara Jalan Kaki untuk Turunkan Berat Badan?

Hampir seluruh orang tahu bahwa jalan kaki ialah aktivitas yang menyehatkan. Namun, tahukah kita bahwa jalan kaki pun direkomendasikan guna menurunkan berat badan, bahkan melebihi berlari?

Dihubungi oleh Kompas.com, Senin (1/7/2019); dokter spesialis olahraga dr Michael Triangto, SpKO, menyatakan jalan kaki sebagai di antara pilar menurunkan berat badan, di samping diet, evolusi pola pikir atau mindset dan obat-obatan.

Banyak orang melulu diet, namun tidak olahraga. Dibarengi dengan mindset “Saya hendak kurus”, barangkali orang-orang ini memang akan merasakan penurunan berat badan.

“Tapi bila dipaksakan terus, lama-lama orangnya akan kian lemah, kian tidak dapat bergerak. Di situlah mulai terbalik, feedback negatif. Orangnya santap makin sedikit, energinya semakin sedikit, dan keterampilan dia guna memobilisasi tubuhnya juga semakin minimal," ujarnya.

"Akhirnya bakal tercapai ekuilibrium di mana beratnya enggak dapat turun lagi,” imbuhnya lag

Sebaliknya, orang yang olahraga terlampau berat pun tidak selalu menciptakan hasil penurunan berat badan yang baik. Michael berbicara bahwa tidak sedikit orang berpikir bahwa olahraga yang semakin berat, bakal semakin menyehatkan dan efektif menurunkan berat badan. Namun bila terlampau berat, dapat terjadi defisit kalori yang terlampau berlebihan dalam tubuh.

“’Defisit yang berlebihan tersebut kan menciptakan orang cepat kurus?’ Bagi sesaat, benar. Tapi sesudah itu, orang tersebut akan memerlukan kalori lebih banyak. (Akibatnya) program dietnya batal,” katanya. Lebih buruknya lagi, olahraga yang terlampau berat bahkan mendahului batas keterampilan seseorang dapat menyebabkan cedera sampai kematian.

Jalan kakilah guna turunkan berat badan Oleh sebab itulah, Michael juga merekomendasikan jalan kaki dengan durasi 30 menit tanpa henti lima hari dalam seminggu atau total 150 menit seminggu untuk orang yang obesitas guna menurunkan berat badan. Jalan kaki dapat dilakukan di mana saja, mulai dari gym, lintasan jogging hingga pusat perbelanjaan.

Dia berbicara bahwa jalan kaki memang lebih lama dalam menurunkan berat badan sebab metabolisme dan pembakaran kalori yang dihasilkannya tidak terlampau banyak, namun olahraga ini lebih aman sebab tidak akan mendahului batas kemampuan.

Di samping itu, jalan kaki tidak menciptakan defisit kalori berlebih sampai-sampai yang mengerjakan tidak terlampau lapar dan diet dapat berjalan dengan baik. Untuk orang yang merasakan obesitas dengan berat di atas 90 kilogram, jalan kaki juga dapat digunakan guna mendeteksi rasa sakit di tubuh, baik tempatnya maupun gerakan apa yang menyebabkannya.
Lalu, jalan kaki pun dapat dimodifikasi untuk mengisi kebutuhan, contohnya dengan ditambahkan sport therapy. Sport therapy ialah program penyembuhan yang memakai olahraga terukur untuk menambah derajat kesehatan seseorang, serta menolong proses pengobatan obesitas dan penyakit-penyakit bersangkutan, laksana diabees, kolesterol tinggi dan hipertensi.

Bila telah terukur memakai sport therapy, jalan kaki pun dapat diperberat, contohnya dengan menambahkan high intensity interval training (HIIT). “Jalannya jalan biasa, lantas jalan cepat, jalan biasa, jalan cepat. Jalan biasa 1,5 menit, jalan cepat separuh menit.

Untuk kecepatannya, 4 mil per jam (mph) pada masa-masa jalan biasa dan 7 mph masa-masa jalan cepat,” jelas Michael. Dokter spesialis olahraga ini tidak merekomendasikan jalan cepat secara terus-menerus sebab dapat mengakibatkan defisit kalori. Dia pun tidak menganjurkan lari untuk orang yang obesitas sebab benturan pada lutut yang menjangkau empat kali lipat berat badan dapat menyebabkan kehancuran lutut.

Bila dikomparasikan dengan jogging, jalan kaki yang diselingi dengan jalan cepat pun akan mengajar seluruh tubuh sebab tangan jadi ikut berayun. “Gerakan tambahan (tangan yang berayun) tadi akan mengajar otot-otot perut, dada dan lengan secara tidak disadari,” imbuhnya.

Disertai dengan pilar-pilar lainnya Kalau jalan kaki sebagai olahraga telah tepat, maka makanannya pun pun harus dicocokkan dengan kebutuhannya. “Jadi bukan berarti santap sedikit. Saya lebih suka menuliskan ‘Jangan santap banyak, boleh santap enak’.

Kalau makanannya enggak enak, pasti saja orang enggak dapat makan. Tapi bila makanannya enak, tersebut ujian untuk kita, bagaimana teknik mengatur porsi,” jelas Michael. Bila olahraga tidak berat sehingga dapat dilakukan dalam jangka panjang dan makan pun enak terkontrol sampai-sampai memberi akibat yang baik guna berolahraga, pasti pola pikir orang yang menjalaninya juga tidak bakal terbebani.

Untuk pilar terakhir, yaitu obat, Michael berbicara bahwa ini melulu digunakan apabila berat badan pasien sudah melebihi 90 kilogram. Pasalnya, obat ini melulu berperan untuk menolong saja dan bukan yang utama dalam menurunkan berat badan.

sumber

SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post