Iklan Billboard 970x250

Mengenal Stunting dan Berbagai Cara Mencegahnya pada Anak

Iklan 728x90

Mengenal Stunting dan Berbagai Cara Mencegahnya pada Anak

Stunting ialah masalah tidak cukup gizi kronis dampak kurangnya asupan gizi dalam masa-masa yang lumayan lama sehingga menyebabkan gangguan perkembangan pada anak. Seorang anak dirasakan mengalami stunting andai tinggi badan mereka lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya (menurut WHO-MGRS).

Apa penyebab stunting pada anak?
Penyebab utama stunting ialah kekurangan gizi kronis semenjak bayi dalam kandungan sampai periode mula kehidupan anak (1000 hari sesudah lahir). Beberapa hal yang mengakibatkan kelemahan gizi kronis, antara lain:

Faktor gizi buruk yang dirasakan ibu hamil dan anak balita
Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi sebelum hamil, ketika hamil, dan sesudah melahirkan
Terbatasnya akses pelayanan kesehatan, tergolong layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan)
Kurangnya akses air bersih dan sanitasi
Kurangnya akses makanan bergizi sebab ketidakmampuan biaya


Apa saja fenomena dan akibat stunting?
Berikut ialah beberapa fenomena stunting yang dapat diidentifikasi:

Tubuh pendek di bawah rata-rata sebab pertumbuhan melambat
Pertumbuhan gigi terlambat
Buruknya kemampuan konsentrasi dan menilik pelajaran
Pubertas yang terlambat
Anak menjadi lebih pendiam dan tidak tidak sedikit melakukan kontak mata dengan orang di sekitarnya (biasanya pada anak umur 8-10 tahun).
Stunting bisa memberikan akibat buruk pada anak, baik dalam format jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek stunting ialah terganggunya pertumbuhan otak, kecerdasan, gangguan pada perkembangan fisiknya, serta gangguan metabolisme.

Sedangkan, akibat jangka panjang stunting yang tidak segera ditangani ialah penurunan keterampilan kognitif otak, kekebalan tubuh melemah sehingga gampang sakit, dan mempunyai risiko tinggi terpapar penyakit metabolik, laksana kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.

Cara mendeteksi stunting pada anak
Stunting bisa dideteksi melewati pusat pelayanan kesehatan, laksana puskesmas atau lokasi tinggal sakit, dengan memakai pengukuran standar baku WHO-MGRS (Multicenter Growth References Study), Z-score, dan Denver-milestones.

Cara menangkal stunting pada anak
Stunting pada anak dapat ditangkal melalui sejumlah cara penting, seperti:

1. Pola makan
Istilah 'Isi Piringku' dengan gizi sebanding perlu diperkenalkan dan dilazimi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu porsi makan, separuh piring dipenuhi oleh sayur dan buah, sedangkan setengahnya lagi diiisi dengan sumber protein (nabati atau hewani) dengan porsi yang lebih tidak sedikit dibandingkan karbohidrat.

2. Pola asuh
Stunting juga diprovokasi aspek perilaku, khususnya pada pola asuh yang tidak cukup baik dalam memberi santap bayi dan balita. Untuk menangkal stunting, pola asuh yang baik bisa diterapkan mulai dari pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan gizi untuk remaja, sampai para calon ibu untuk mengetahui pentingnya memenuhi keperluan gizi ketika hamil.

Langkah pencegahan beda yang dapat diambil, yakni memeriksakan kandungan secara rutin ketika hamil, menjalani persalinan di kemudahan kesehatan, mengerjakan inisiasi menyusui dini (IMD), dan mencoba pemberian air susu ibu (ASI), khususnya pada sejumlah hari sesudah kelahiran bayi ketika ASI berisi tidak sedikit kolostrum. Berikan ASI secara khusus hingga bayi berusia 6 bulan, dibuntuti dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Pantau terus tumbuh kembang bayi pada pusat pelayanan kesehatan.

3. Sanitasi dan akses air bersih
Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, akses sanitasi, dan air bersih, mempunyai peran dalam pembentukan stunting. Di samping itu, kelaziman cuci tangan dengan sabun dan air mengalir butuh diterapkan untuk mengawal tubuh dari sekian banyak  faktor penyebab stunting.

sumber

SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post