Iklan Billboard 970x250

Satu Lagi Alasan Gorengan Sangat Buruk untuk Kesehatan

Iklan 728x90

Satu Lagi Alasan Gorengan Sangat Buruk untuk Kesehatan

Gorengan sudah menjadi di antara camilan kesayangan di semua belahan dunia, tergolong Indonesia. Berbagai jenis gorengan memang menggugah selera, kadang kita melalaikan imbauan dan kenyataan bahwa gorengan sangatlah tidak sehat.

Sering mengonsumsi gorengan dikaitkan dengan sekian banyak  masalah kesehatan, mulai dari kegemukan sampai penyakit jantung. Berdasarkan keterangan dari studi terbaru, santap gorengan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Semakin tidak sedikit kamu makan, semakin besar risikonya.

Dikutip dari WebMD, orang yang mengonsumsi makanan digoreng laksana gorengan tiga kali dalam seminggu mempunyai 7 persen risiko terpapar serangan jantung dan stroke lebih tinggi dikomparasikan mereka yang melulu memakan sekali dalam seminggu. Jika anda mengonsumsinya tiap hari, risikonya melonjak sampai 14 persen lebih tinggi.

"Memakan sebanyak kecil makanan yang digoreng bukanlah akhir dari segalanya, namun semakin tidak sedikit kamu mengonsumsi gorengan, semakin buruk efeknya untukmu," jelas berpengalaman diet Dana Angelo White, yang tidak tercebur dalam studi tersebut.

Baca juga: Kol Goreng Bisa Bikin Kanker? Begini Penjelasan Ahli

Beberapa penelitian lampau pun mengaitkan antara makanan yang digoreng dengan penyakit kronis, laksana diabetes tipe 2, tidak berhasil  jantung, obesitas dan desakan darah tinggi. Secara umum, makanan yang digoreng tidak sehat sebab proses menggoreng menambahkan tidak sedikit lemak dan kalori ekstra.

"Coba bandingkan seberapa tidak sedikit minyak zaitun yang anda tuang di atas salad, versus makanan yang terendam di dalam minyak saat anda memasaknya. Kalori dapat langsung melonjak," imbuh Dr Eugenia Gianos, direktur Women's Heart Health di Lenox Hill Hospital.

Dr Eugenia menambahkan lagi, teknik seseorang menggoreng makanan juga dapat membuat perbedaan. Misalnya andai minyak belum terlampau panas dan anda telah membubuhkan makanan, maka makanan itu akan menyerap lebih tidak sedikit minyak sebelum matang. Setidaknya tunggu sampai suhu minyak menjangkau panas 160-190 derajat celsius.

Seringkali orang-orang pun tak menyadari bahwa mereka memakan makanan yang digoreng, laksana donat misalnya. Dr White menegaskan bahwa makanan apapun yang renyah, krispi atau berwarna kuning keemasan, bisa jadi besar tersebut digoreng.

sumber
SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post